Selasa, 24 April 2012

Bahagiamu bahagiaku

Kenapa sih orang bahagia? Bagaimana dengan Anda, kapan terakhir Anda merasa bahagia? Saat ini, 10 menit yang lalu, kemarin, 3 (tiga) hari yang lalu, minggu lalu atau malah sudah lupa kapan perasaan bahagia itu menyerang Anda sehingga Anda merasa ada di puncak dunia.

John Maxwell mengatakan bahwa kebahagiaan adalah hak setiap pribadi dan sifatnya pun sangat personal. Siapapun tidak berhak merebut rasa bahagia dari seseorang, dari Anda. Rasa bahagia itu diciptakan bukan tercipta. Kebahagiaan Anda dan Saya se'halal'nya tidak di sebabkan oleh perbuatan orang lain atau kejadian tertentu. Rasa bahagia itu diciptakan secara sengaja oleh Anda untuk Anda sendiri, dari Saya untuk Saya sendiri.

Jadi jika Anda sudah lammmaaaaaaa sekali tidak merasakan sensasi rasa bahagia dan Anda ingin segera merasakannya, berbahagialah sekarang juga. Katakan dengan bersuara " Saya bahagia, saya bahagia, saya bahagia, saya bahagia, saya bahagia..." dan rasakan sensasi kebahagiaan itu menyelimuti seluruh tubuh dan pikiran Anda. Aura Andapun terlihat cerah. Saya sudah bisa melihatnya dari sini :) . Have a happy day!

Indonesia, 25 April 2012


Jumat, 06 April 2012

@IpungPacinko

Ipung membuka BB-nya. Ia ingin mengoptimalisasikan hand set yang belakangan ini menemaninya saat gak ada yang bisa dilakukan. Banyak pula kerjaan komunikasi yang diselesaikan lewat BB-nya. Social Media sebenarnya juga bukan hal baru buatnya. Hanya saja semuanya dilakukan lewat laptopnya instead of smart phone-nya. Malam ini Ipung sedang getol ingin segera memiliki akun twitter. Kenapa? Dimana-mana Ipung melihat @ini, @itu, @siini atau @siitu :). Di televisi, di koran, di billboard bahkan di plastik bungkus tissue toiletnya. So, jadilah malam ini akun twitter Ipung. Buat Anda yang mau jadi follower, tentu Ipung gak akan mengecewakan Anda. Ipung yakin, dengan hadirnya dia di dunia twitter. Ipung akan lebih sering share cerita ceritanya. "Saya akan up date di akun twitter saya, kalau ada share yang penting (baca:menggemaskan) untuk di bagikan,"kata Ipung sambil nyengir dan menunjukkan akun twitternya @IpungPacinko. Have a great day.

Variable untuk persamaan yang rumit

Banyak kejadian berlalu sejak Ipung meletakkan gagang teleponnya setahun yang lalu. Tidak terlalu banyak yang berubah. Si karyawan tidak jadi di pecat dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari rasa kasihan hingga hal-hal yang menyangkut aspek legal. Keluhanpun masih terdengar dan terkadang terasa terlalu banyak buat seorang Ipung yang hampir jarang memiliki pikiran negative.
Beberapa hal sudah dilakukan agar terjadi perubahan, namun kata orang barat 'at the end of the day' itu soal tabiat dan menurut mentornya 'daripada mengharapkan orang berubah, sebaiknya kita dulu yang berubah'. Apakah Ipung mau melakukan beberapa perubahan? "Iyalah, saya sudah mencoba melakukan perubahan dalam pola tindakan dan pikiran saya. Bahkan beberapa kali saya mengikuti apa yang dia inginkan - walaupun itu mengkhianati postur dan sebenarnya memperparah si Karyawan". Terus? "Saya sudah memutuskan bahwa  negative thinking si Karyawan sudah tabiat yang walaupun sudah menerima perubahan yang saya rela lakukan, tidak bisa membuatnya lebih baik buat saya, buat perusahaan. Jadi, biarlah seperti ini. So, be it," lanjut Ipung.
Bagaimana menurut Anda? Ah, saya tahu. Pasti Anda bilang Ipung bodoh. Harusnya dipotong saja. Kalau sudah tahu membawa hal negative. By the way, tau nggak? Jangan bilang-bilang ya. Saya juga setuju sama Anda. Tapi, buat Anda yang tidak setuju. Hmmmm, saya juga ada di pihak Anda. Karena beda banget antara menjadi penonton dan menjadi pelaku. Jauh lebih mudah menjadi penonton ketimbang pelaku, pemain. Mulai dari komitmen hingga legal aspect adalah variabel yang bergerak untuk menghasilkan sebuah keputusan. Tidak bisa mengunci satu variable dan membiarkan yang lainnya bergerak liar. Di kehidupan perkawinan, kehidupan keluarga - setali tiga uang. Terlalu banyak variabel yang menjadi komponen persamaan kehidupan. So, complicated. Jadi, melalui blog ini, saya sangat berharap bagi kaum muda, belajar, jangan gegabah, dengarkan, pertimbangkan bahwa kehidupan perkawinan, kehidupan keluarga tidak sesederhana yang banyak kaum muda pikirkan.